Logo
0%

SDIT Unggul Gemilang memperingati Hari Pendidkan Nasional

Home / Berita

Tanggal Publikasi : 02 Mei 2026

Bandar Lampung, Sabtu 2 Mei 2026. Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, SDIT Unggul Gemilang Bandar Lampung mengajak seluruh orang tua siswa untuk kembali merenungkan makna pendidikan yang sesungguhnya, bukan hanya sebagai proses akademik di sekolah, tetapi sebagai tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Momentum ini menjadi penting untuk meneguhkan kembali bahwa rumah adalah madrasah pertama, dan orang tua adalah pendidik utama bagi anak-anaknya. Sekolah hanyalah perpanjangan tangan dari nilai-nilai yang telah ditanamkan di dalam keluarga.

Seorang tokoh nasional yang dikenal gandrung dalam hal pendidikan pribumi diera kolonialisme, Mohammad Natsir, beliau memberikan perspektifnya bahwa pendidikan tidak boleh terjebak dalam dikotomi antara ilmu agama dan ilmu dunia. Ia menegaskan bahwa pendidikan harus melahirkan manusia yang utuh antara iman dan ilmu. Dalam karya tulis dan pidatonya yang dihimpun dalam buku Capita Selecta, Natsir menyampaikan bahwa “pendidikan Islam harus membina manusia yang seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat” (Natsir, Capita Selecta, Jilid 1, 1954). Pemikiran ini menjadi relevan bagi para orang tua, bahwa keberhasilan anak tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi dari kekuatan iman, akhlak, dan tanggung jawab sosialnya.

Senada dengan itu, tokoh pemimpin Syarekat Islam dimasa yang sama, Haji Agus Salim menekankan pentingnya pendidikan yang melahirkan manusia merdeka dalam berpikir. Dalam berbagai tulisannya yang dihimpun dalam Seratus Tahun Haji Agus Salim, ia mengkritik sistem pendidikan kolonial yang hanya mencetak pekerja, bukan pemikir. Agus Salim menegaskan bahwa “pendidikan harus membangun kemerdekaan jiwa dan pikiran manusia” (Panitia Peringatan, Seratus Tahun Haji Agus Salim, 1984). Hal ini menjadi refleksi bagi orang tua untuk tidak hanya menuntut anak “pintar”, tetapi juga membiasakan mereka berpikir kritis dan mandiri.

Sementara itu, Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional mengajarkan konsep pendidikan yang memanusiakan manusia. Semboyannya yang terkenal, “Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani,” memberikan pesan kuat bahwa pendidikan dimulai dari keteladanan. Orang tua sebagai figur terdekat anak memiliki peran utama dalam memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Anak tidak hanya belajar dari apa yang diajarkan, tetapi dari apa yang dilihat dan dirasakan di lingkungan keluarganya.

Pemikiran Raden Ajeng Kartini, sebagai tokoh perempuan progresif Indonesia, ia juga memberikan kontribusi besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menekankan pentingnya peran perempuan sebagai pendidik generasi. Dalam kumpulan suratnya Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini menulis bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh pendidikan perempuan. Ia melihat ibu sebagai pendidik pertama yang membentuk karakter anak sejak dini. Oleh karena itu, peran ibu dalam keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun generasi yang berkualitas.

Dalam tradisi pendidikan Islam, KH Ahmad Dahlan mengajarkan bahwa ilmu harus berbuah amal. Ia tidak hanya mengajarkan Al-Qur’an sebagai bacaan, tetapi sebagai pedoman hidup yang harus diamalkan. Pendidikan menurut beliau adalah proses membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Orang tua perlu menanamkan kebiasaan bahwa ilmu yang dipelajari anak harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti kejujuran, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama.

Di sisi lain, KH Hasyim Asy'ari menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu. Dalam kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim, beliau menjelaskan bahwa keberkahan ilmu sangat ditentukan oleh adab murid kepada guru dan orang tua. Pendidikan bukan hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga tentang kerendahan hati, keikhlasan, dan penghormatan kepada ilmu. Ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk tidak hanya fokus pada prestasi akademik anak, tetapi juga membentuk sikap hormat dan akhlak yang baik.

Jika ditarik ke sejarah Islam klasik, Nizam al-Mulk melalui karyanya Siyasatnama menegaskan pentingnya pendidikan sebagai pilar peradaban dan stabilitas negara. Ia membangun sistem madrasah yang terorganisir sebagai sarana mencetak ulama dan pemimpin yang berkualitas. Dalam Siyasatnama, disebutkan bahwa kekuatan suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas ilmu dan ulama yang dibinanya (Nizam al-Mulk, Siyasatnama, abad ke-11). Sementara itu, Al-Ghazali dalam karya monumentalnya Ihya Ulumuddin menegaskan bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk akhlak dan mendekatkan diri kepada Allah. Ia menyatakan bahwa “ilmu tanpa amal adalah kegilaan, dan amal tanpa ilmu adalah kesia-siaan” (Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, Jilid 1). Ini menjadi peringatan penting bagi orang tua agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membina akhlak anak.

Dalam konteks kebangsaan, Mohammad Hatta juga menekankan bahwa pendidikan harus membentuk karakter dan tanggung jawab. Dalam berbagai tulisannya, Hatta menyampaikan bahwa tujuan pendidikan adalah melahirkan manusia yang berintegritas dan mampu berdiri di atas kaki sendiri. Pendidikan tidak hanya mencetak orang pintar, tetapi manusia yang jujur, disiplin, dan memiliki tanggung jawab sosial terhadap bangsa.

Akhirnya, melalui momentum Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 ini, SDIT Unggul Gemilang Bandar Lampung mengajak seluruh orang tua untuk kembali mengambil peran aktif dalam pendidikan anak-anaknya. Sekolah telah berupaya memberikan yang terbaik melalui pembelajaran, pembinaan karakter, dan kegiatan keagamaan, namun keberhasilan pendidikan sejati terletak pada sinergi antara sekolah dan keluarga. Mari bersama-sama membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman, luhur dalam akhlak, dan siap menjadi penerus bangsa yang membawa kebaikan bagi umat dan negara.

Redaksi Oleh : Ust. Khaidhori.

 

Berita Terpopuler

  • Kegiatan Ujian Sekolah Siswa Siswi kelas 6 SDIT Unggul Gemilang 2026

    Selengkapnya
  • SDIT Unggul Gemilang memperingati Hari Pendidkan Nasional

    Selengkapnya
  • TKA kelas 6 SDIT Unggul Gemilang 22-23 April 2026

    Selengkapnya

Pengumuman Terbaru